Lepas Dulu Topeng Mu! - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 2 Bab 1 Part 2

November 05, 2024



Menurut saya, prinsip ini sangat sederhana namun kuat: jika kita ingin membangun hubungan yang baik dengan orang lain, kita harus benar-benar tertarik pada mereka, bukan hanya berpura-pura. Ini bukan sekadar basa-basi atau cara mendapatkan perhatian, tetapi ketulusan untuk memahami dan peduli pada apa yang mereka pikirkan dan rasakan. 

Contoh Knaphle menunjukkan betapa dampaknya ketika kita benar-benar mendengarkan dan berfokus pada apa yang penting bagi orang lain. Bos yang dia temui bahkan meluangkan waktu untuk menunjukkan perspektifnya secara mendalam. Hal ini membuat Knaphle merasa dihargai dan dipahami, dan alhasil, dia menjadi lebih tertarik dan terinspirasi. Sama halnya dengan cerita Ginsberg tentang perawat di rumah sakit. Pada saat dia merasa putus asa dan kesepian, perawat itu menunjukkan perhatian yang tulus—meluangkan waktu bersamanya dan membuatnya merasa dihargai. 

Jadi, inti dari prinsip ini adalah jika saya ingin orang menyukai saya atau merasa dekat dengan saya, saya harus jujur menaruh minat pada mereka. Jangan hanya sekadar mendengarkan tanpa perhatian; sebaliknya, saya harus benar-benar ingin tahu, terbuka, dan peduli. Dengan begitu, kita tidak hanya membantu mereka merasa lebih baik, tetapi juga memperkaya hidup kita sendiri. Pada akhirnya, hubungan yang tulus adalah jalur dua arah—saling memberikan makna bagi kedua belah pihak.

Seekor Anjing - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 2 Bab 1 Part 1

October 15, 2024


Mengapa kita harus membaca buku untuk mendapatkan teman, sedangkan kita bisa saja meniru orang-orang terkenal yang punya banyak teman? Mereka terlihat mudah sekali mendapatkan teman baru. Misalnya, bayangkan bertemu seseorang yang sangat populer. Ketika kamu mendekat, mereka akan menyambutmu dengan sangat ramah, seolah-olah kamu adalah sahabat lama mereka. Namun, di balik keramahan itu, mungkin saja ada maksud tersembunyi.  Hal ini mempertanyakan efektifitas membaca buku untuk mendapatkan teman dan membandingkannya dengan teknik-teknik sosial yang mungkin lebih cepat, seperti meniru orang terkenal.

Pernahkah kamu memperhatikan seekor anjing? Mereka memberikan cinta tanpa syarat. Tidak seperti hewan lain yang harus bekerja keras untuk memberikan sesuatu kepada manusia (seperti ayam bertelur atau sapi menghasilkan susu), anjing hanya memberikan cinta. Hal ini menyoroti ketulusan cinta yang diberikan oleh anjing dan membandingkannya dengan hubungan antar manusia yang sering kali didasari oleh kepentingan.

Dari perbandingan di atas, kita bisa melihat bahwa mendapatkan teman tidak harus selalu rumit. Kadang, cukup dengan menjadi diri sendiri dan memberikan perhatian tulus kepada orang lain, kita sudah bisa mendapatkan teman yang baik. Hal ini menyimpulkan bahwa kunci untuk mendapatkan teman sejati adalah ketulusan dan keikhlasan, bukan teknik-teknik sosial yang rumit.

Kau Menginginkan Ini, Bukan? - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 1 Bab 3

October 15, 2024
Bangkitkan Minat Pada Diri Orang Lain

Bab kali ini akan sangat mencerahkan kita, bagaimana kita menaklukan seseorang dengan umpan yang tepat. Terkadang kita memaksakan keinginan kita dengan cara yang kasar terhadap seseorang, yaitu dengan paksaan. Kita hanya memikirkan tujuan kita dengan cara kerja kita, tidak memikirkan variabel diluarnya seperti seseorang disekitar kita. Kita terlalu fokus dengan tujuan kita sampai akhirnya orang yang kita harapkan membantu mencapainya hanya diam dan melihat keegoisan kita.

"Pemancing yang handal adalah pemancing yang tau umpan untuk tangkapannya" Sebagai contohnya adalah orang tua. Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya yang diwujudkan dengan larangan agar anaknya tidak mengarah ke hal negatif. Larangan tersebut terkadang hanya memicu anak untuk melanggarnya karena banyak dari orang tua hanya memberi larangan tanpa contoh nyata. Melarang anak untuk tidak merokok, tetapi mereka merokok atau mereka hanya melarang merokok tanpa dasar. Orang tua harus mengetahui motivasi anak, apa yang ingin dia capai dan digabungkan dengan apa yang ingin orang tua capai. Misalnya anak ingin menjadi atlet sepakbola dan orang tua ingin agar anak nya terjauh dari rokok, maka keduanya bisa digabungkan dengan orang tua memberi pengertian bahayanya rokok terhadap karir seorang atlet. Dengan demikan anak lebih dapat mengerti dan memahami.

Dalam setiap segi kehidupaan seperti pekerjaan, mengerti keinginan seseorang menjadi kunci dalam memenangkan tujuan. Kita harus bisa mengerti apa yang orang lain inginkan dan menggabungkan dengan keinginan kita, maka tujuan akan dapat tercapai secara halus. Dia yang dapat melakukan hal ini akan memiliki seluruh dunia bersamanya, sedangkan dia yang tak bisa akan berjalan di jalan yang sepi.

Aku Datang, Ada Hadiah - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 1 Bab 2 Part 2

September 18, 2024

Berikan Penghargaan yang Jujur dan Tulus


Dari bab sebelumnya sudah diberi tau bahwa cara mendapatkan seseorang adalah mengerti apa keinginannya, maka mereka sudah ada digenggaman kita, tapi bagaimana caranya?

Nah kita sudah tau bahwa sejatinya hasrat dari manusia itu sendiri adalah kuncinya. Kita harus peka terhadap orang-orang disekitar kita, tentang apa motivasi mereka dalam melakukan sesuatu, apakah uang, status, jabatan, atau lainnya? Kita harus pahami.

Banyak orang hanya mencaci karena merasa tidak suka dan diam saat menyukainya. Seperti perumpamaan "1 kesalahan menutupi 1000 kebaikan", rata-rata orang langsung menangkap perilaku seseorang sebagai sebuah kesalahan dan langsung menghakiminya, sedangkan ketika kebaikan yang muncul mereka hilang.

Kenyataannya orang akan datang saat hadiah yang diberikan, bukan cacian atau kritik. Orang akan merasa senang saat mereka dihargai daripada disalahkan. Orang bisa saja melakukan kesalahan, namun kita harus melihat dari sisi lain bahwa mereka sudah berusaha. Seringkali usaha yang sudah kita lakukan dengan susah payah berharap diterima, tetapi malah penolakan yang kita terima maka rasa kecewa yang kita rasakan.

Sebut Aku, Akui Aku - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 1 Bab 2 Part 1

September 08, 2024

Rahasia Besar dalam Berhubungan dengan Manusia 


Manusia seperti yang dikatakan pada bab sebelumnya adalah pribadi yang dipenuhi dengan emosi atau ego akan harga dirinya. Manusia yang harus dimengerti dan bukan dicaci, makhluk yang ingin untuk dipahami. Lantas dengan ego dan pemikiran seperti itu, bagaimana cara kita untuk menggerakannya? Bagaimana cara kita agar dapat berhubungan dengan baik? Pastinya kita akan menerka-nerka.

"Keinginan" menjadi kunci utamanya. Kita akan bisa menggerakan seseorang jika kita mengerti apa yang mereka inginkan. Tentu saja tidak dengan cara-cara konservatif seperti yang kebanyakan orang lakukan, cara seperti pemaksaan. Cara yang memang benar akan berjalan dengan lancar sesuai keinginan kita, namun akan memicu dendam. Seperti contohnya perampok yang menodongkan pistol untuk mendapatkan harta, atau orang tua yang mengancam anaknya agar mematuhi perintah.

Benar adanya jika kita mengerti apa yang diinginkan seseorang, maka seseorang itu sudah berada dalam genggaman tangan kita. Seperti yang dikatakan oleh Freud "hasrat untuk menjadi hebat" dan Dewey "hasrat untuk menjadi penting" keduanya mengungkapkan bahwa manusia pada dasarnya adalah bukan sekedar makhluk sosial yang ingin berinteraksi saja, melainkan ingin dianggap atau mendapat perhatian dari lainnya.

Sifat mutlak dari manusia ini membawakan gejolak kepada dunia ini, dimana masing-masing orang ingin untuk diakui. Maka mereka mulai berinovatif dan memberikan penemuan-penemuan baru yang akhirnya membersamai perkembangan dunia ini. Semua orang ingin terlihat menonjol diantara yang lainnya, entah cara berpakaian, berbicara, berkelompok, dll. Masing-masing dari mereka mempunyai kepuasaannya sendiri terhadap sesuatu.

Kepuasaan seakan mengisyaratkan bahwa tindakan seseorang dilakukan atas dasar tertentu, bukan secara cuma-cuma. Sering hasrat ini juga menuntun manusia menunjukkan sifat cacatnya, dimana mereka akan menghalalkan segala cara demi kepuasannya sendiri. Bahkan naas nya tidak semua hasrat seseorang terpenuhi, apa hasilnya? Mereka terjebak dalam kegilaan dan berimajinasi tentang dunianya sendiri dengan segala kepuasannya.

Hasrat membawa manusia ke jalan bercabang selanjutnya, berbuat baik untuk diakui atau berbuat jahat untuk diakui. Tanyakan kepada diri kita sendiri, rasa kepuasan apa yang kita ingin dapatkan dan bagaimana cara kita mendapatkannya, apakah dengan cara cerdas atau licik?





Lincoln si Pengkritik - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 1 Bab 1 Part 2

September 02, 2024

Jangan Mengkritik, Mencerca, atau Mengeluh


Pemuda di Pegeon Creek Valley di Indiana bernama Lincoln merupakan pengkritik. Lincoln tidak hanya mengkritik melainkan juga menulis surat dan puisi yang sengaja ia jatuhkan untuk di pingir-pingir jalan. Lincoln sengaja melakukannya karena ia yakin seseorang akan menemukannya.

Apakah cara yang sudah dilakukan Lincoln benar? Mengkritik seseorang bahkan melontarkan hinaan kepadanya sehingga orang-orang menertawainya. Penyesalaan adalah ujungnya, kita akan mulai paham saat kita diketemukan dengan mereka yang berani melawan. Lincoln yang akhirnya mendapat tantangan dari James Shields setelah hinaan yang ia lontarkan menjadi penyesalan terbesar dalam hidpunya.

Sering kita merasa bahwa kesalahan atau kekurangan hanya ada pada orang lain. Kita sering memaklumi apa yang kita lakukan, tetapi langsung mencaci ketika orang lain yang melakukan. Apa yang sudah dilakukan seseorang pada kejadian tertentu merupakan cara mereka sendiri dalam menjalaninya, kita yang dengan sesuka hati hanya melihatnya tidak berhak untuk melontarkan kritik atau hinaan karena dalam situasi yang sama besar kemungkinan kita juga melakukan hal yang serupa.

Kritikan, sebelum kita mengoreksi perbuatan dari seseorang pantasnya kita bercermin kepada diri kita. Apakah kita sudah sebenar itu hingga orang lain kita anggap salah? renungilah bahwa kita tidak sempurna, sama halnya dengan mereka.

Kepekaan sering kali hanya kita gunakan terhadap orang lain, bukan diri kita sendiri. Satu hal yang kita lakukan dari diri kita adalah mengeluh, sungguh kesatuan yang luar biasa. Mengeluh terhadap diri sendiri dan tidak menyalurkan sebagai semangat untuk semakin berjuang akhirnya memberikan output kepekaan kepada orang lain, peka dalam segi negatif yang mengarah mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikritik.

Dengan kepekaan yang kita miliki, mari lihatlah kedalam diri kita dan baru keluar. Kita harus mengerti bahwa keadaan atau kondisi yang kita alami berbeda dengan orang lain dan sebaliknya kondisi orang lain juga tidak sama dengan kita. Setiap orang mempunyai proses hidupnya masing-masing. 

Mungkin dengan kita melontarkan kritik akan menimbulkan rasa lega dimana kita sudah mengeluarkan pemikiran kita terhadap orang lain, tetapi pada akhirnya orang yang kita kritik hanya akan mempertahankan dirinya dan berakhir saling menyerang satu sama lain. Bukankah perasaan seperti itu sangat mengganggu? perasaan dimana kita bermusuhan dengan orang lain yang membuat hati merasa tidak tenang.

Jika kita merasa bahwa merubah orang lain adalah kebaikan, ya itu memang benar. Akan tetapi bukankah lebih baik lagi jika kita fokus dan merubah diri kita sendiri kearah yang lebih baik? "low risk, high return" mungkin itu jika diumpamakan dalam bahasa ekonomi, dengan merubah diri kita tidak ada risiko yang kita ambil dan malah akan berdampak baik kedepanya, tetapi sebaliknya jika kita mengkritik pedas orang lain hanya akan membawa permusuhan.

"Manusia bukanlah makhluk logika, melainkan makhluk yang berisikan emosi, makhluk yang memiliki ego besar akan kebanggaan dirinya." Sebagai gantinya marilah kita saling mengerti satu sama lain, saling mengerti akan kejadian dan perilaku yang ada. Dengan seperti itu akan lebih berdampak positif dan melahirkan toleransi, empati, dan simpati. Seperti dikatakan oleh Dr. Johnson "Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir hari-harinya." lalu mengapa kita (saya dan anda) harus melakukannya.

Penembak Berhati Baik? - How to Win Friends & Influence People - Dale Carnegie - 1 Bab 1 Part 1

August 28, 2024

Jika Ingin Mengumpulkan Madu Maka Jangan Tendang Sarangnya

    Jadi, pada bab pertama ini akan mengisahkan tentang bagaimana niat kita yang kita anggap baik akan memiliki output negatif. Dari judulnya sudah mengungkapkan bahwa niat baik kita ternyata bukanlah jalan terbaik dan niat baik kita tidak baik menurut orang lain. Kita yang beranggapan ingin menyadarkan orang lain, tetapi pada kenyataannya kita lah yang harusnya disadarkan.

    Berawal tentang kisah  Crowly sang pembunuh polisi yang mengaku bahwa jauh dilubuk hatinya ada kebaikan yang tidak akan menyakiti orang lain. Pada kenyataannya dia sudah membunuh seorang polisi yang bahkan hanya menanyakan terkait surat izin mengemudinya. Crowly menembaknya hingga bermandikan darah dan bahkan masih menembak lagi setelah korban sudah tersungkur. Saat diadili dan dihukum mati, Crowly tidak mengatakan bahwa hukuman ini adalah ganjaran dari perbuatannya, tapi dia mengatakan bahwa perbuatannya adalah bentuk dari usaha perlindungan dirinya. 

    Jawaban bahwa dirinya merasa tidak bersalah bukan muncul hanya dari Crowly saja, melainkan beberapa kriminal seperti Al Capone yang menganggap dirinya adalah dermawan yang disalah artikan oleh banyak orang. Dutch Schultz juga yang menganggap dirinya dermawan dan dia mempercayai demikian.

    Para kriminal membuat pemikirannya sendiri tentang apa yang sudah mereka perbuat, mereka membuat alasan tentang kenapa mereka harus melakukan perbuatan tersebut. Alasan untuk membenarkan kejahatan yang sudah mereka perbuat, merka merasa bahwa mereka tidak patut mendapatkan hukuman.

    Seseorang tidak mengkritik dirinya sendiri, mau seperti apapun kesalahan yang mereka perbuat. Kritikan membuat seseorang untuk reflek melindungi dirinya, berusaha melindungi harga dirinya. Kritikan hanya menjadi angin yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Kritikan hanya akan membawa duel kedua belah pihak, hanya muncul ego semata pada akhirnya.